7.24.2008
Pematang danau ( Danau Harum Bastari / Danau Mas )Bulan Juli 2008
foto diambil dari Villa Hijau
Pematang danau ( Danau Harum Bastari / Danau Mas )Bulan Juli 2008
foto diambil dari Villa Hijau
sejenis mangga namun memiliki rasa yang asam, buah ini masih sering di jumpai di curup dan biasanya dijadikan sebagai lauk yaitu dengan cara disambal.
Masih sering di temui di curup khusunya di daerah perkebunan dan perbukitan, namun masyarakat lokal menyebutnya dengan nama pricit madu (Cinnyris jugularis spp) , dikarenakan burung tersebut menghisap sari - sari bunga.
namun bila ada para pembaca yang mengetahui nama dan jenis burung ini mohon informasinya.
Samba Macang ( sambal macang ) merupakan salah satu masakan yang sering dibuat masyarakat curup, bila musim buah macang berbuah, namun tidak diketahui dengan pasti apakah masakan ini khas daerah curup apa bukan, soalnya hampir disetiap daerah mempunyai dan mengenal nama masakan ini hanya namanya saja yang berbeda.
masakan ini biasanya dimakan bersama nasi yang dijadikan sebagai lauk.
Sultan Sarduni gelar Rio Mawang, setelah mendengar cerita dari ibunya “Puteri Bungsu” bahwa neneknya “Sutan Saktai” masih hidup dan saat ini berada dan menjadi Rajo di Renah Pelawi Lebong, maka ia mohon izin kepada ibunya untuk mencari neneknya.
Dalam pencarian itu, Sultan Sarduni pergi tanpa arah, ia hanya menuruti kata hatinya, Sultan Sarduni berjalan menyusuri pantai laut arah keselatan, hingga sampailah ia kemuara sungai (Sungai Ketahun), dan iapun menyusuri sungai tersebut hingga akhirnya sampailah ia ke suatu gunung (Gunung Resam), karena kelelahan akhirnya Sultan Sarduni tertidur di puncak gunung itu, dalam tidurnya ia bermimpi didatangi oleh orang tua, dan orang tua itu berkata “palingkan mukamu kearah timur, disanalah nenekmu sedang bersidang”, setelah terjaga pergilah Sultan Sarduni kearah Timur seperti petunjuk orang tua dalam mimpinya. Setelah berjalan ± 12 Km, sampailah ia kesuatu kampung (Renah Pelawi), disana ia melihat banyak orang yang telebong (rapat raja bersama para pemimpin Pat Petuloi), akhirnya bertemulah Sutan Sarduni dengan neneknya Sultan Saktai.
at Sunday, July 13, 2008 0 comments Links to this post
Labels: Rejang