Language

Widget by Hoctro

Sugar Palm Tree at Sindang Jati

Memasuki wilayah sindang jati kecamatan sindang keling, sepanjang jalan akan terlihat areal perkebunan pohon aren/enau. perkebunan ini di kelola oleh penduduk setempat. tidak di ragukan lagi dengan banyaknya pohon-pohon aren yang terdapat di daerah ini menjadikan daerah ini menghasilkan Gula Merah ( Gula Jawa )
Kebun aren tabung-tabung bambu yang dipasang di pohon aren untuk menyadap air nira tabung-tabung yang terbuat dari bambu untuk menampung air nira
petani aren yang tengah menyadap air nira
tangga yang terbuat dari bambu yang di gunakan untuk memanjat pohon aren
read more “Sugar Palm Tree at Sindang Jati”

selanjutanya.....“Sugar Palm Tree at Sindang Jati”

The rare orchids in small village Sindang Jati

read more “The rare orchids in small village Sindang Jati”

selanjutanya.....“The rare orchids in small village Sindang Jati”

The dutch oldies church and very beautiful statue of Virgin Mary in small village Sindang Jati

Gereja Katolik Fransiscus Asisi di desa sindang jati ( Sindang Jaya ) kecamatan sindang kelingi, menurut kabar gereja ini merupakan peninggalan belanda,dan gereja ini telah mengalami renovasi.
Gereja Katolik Fransiscus Asisi ini merupakan border line antara desa sindang jati dan sindang jaya, di desa ini kerukunan antar umat beragama sangat kuat, tidak jauh dari gereja ini terdapat mesjid dan vihara.
areal gereja ini tepat berada di tanah perbukitan sehingga terlihat seperti bertingkat-tingkat dimana di tanah bagian atasnya terdapat sebuah bangunan sekolah.
sedangkan kata sindang jati dan sindang jaya mengartikan asal usul penduduk di daerah tersebut, sindang jati yang artinya berasal dari jawa timur dan sindang jaya berasal dari yogyakarta
arsitektur gereja ini masih mencerminkan bangunan belanda walau sudah mengalami renovasi
tepat dibelakang gereja di bagian atasnya terdapat sebuah bangunan kecil yang dimana di dalamnya terdapat patung Bunda Maria
read more “The dutch oldies church and very beautiful statue of Virgin Mary in small village Sindang Jati”

selanjutanya.....“The dutch oldies church and very beautiful statue of Virgin Mary in small village Sindang Jati”

Rejang Character Written on Paper from South Bengkulu

a
This the Rejang character found as Passumah culture at Manna, South Bengkulu. Taken from Volkenkunde Museum. source:http://curupkami.blogspot.com
read more “Rejang Character Written on Paper from South Bengkulu”

selanjutanya.....“Rejang Character Written on Paper from South Bengkulu”

Jalur Pendakian TWA Bukit Kaba (1937 Mdpl)

Berwisata ke provinsi Bengkulu khususnya kabupaten Rejang Lebong maka tak lengkaplah perjalanan anda jika belum menikmati keindahan Tawan Wisata Alam Bukit Kaba (1937 Mdpl). Jika anda adalah seorang penikmat wisata petualangan (adventure) tempat inilah jawabannya. Di kawasan wisata ini anda akan disuguhkan berbagai macam keindahan dalam sekali rute perjalanan mulai dari perkebunan sayur dan buah, budaya dan adat istiadat yang khas, rute perjalan yang menantang, pemandangan kawah hidup dan kawah mati, panorama yang indah, ataupun mendirikan basecamp (tenda) untuk menginap (camping) guna menyaksikan indahnya gemerlap bintang dan kerlap kerlip ibu kota kabupaten (curup) pada malam hari. Bukit kaba (1937 Mdpl) terletak di kecamatan Selupu Rejang berjarak sekitar 104 Kilometer dari ibukota propinsi Bengkulu, atau sekitar 19 Kilometer dari ibukota kabupaten Rejang lebong. Persimpangan menuju bukit kaba (Ds. Sumber Bening) merupakan jalur lintas sumatera yang menghubungkan provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatera selatan dengan kota terdekat adalah Lubuk Linggau (Sumsel) dan Kota Curup (Bengkulu). Berikut Rute perjalanan yang dapat ditempuh untuk menuju wisata Alam Bukit kaba : 1. Dari Ibukota Propinsi Bengkulu Carilah mobil angkutan umum yang menuju kota Curup (Terminal Pasar Panorama) Ongkos saat ini Rp 20.000 dengan waktu tempuh lebih kurang 2 jam. 2. Dari Terminal Curup naik mobil angkutan desa (angdes) tujuan Ds Sumber bening atau simpang Bukit Kaba. Ongkos saat ini lebih kurang Rp 7.000 dengan waktu tempuh lebih kurang 1 jam. 3. Setelah Sampai Simpang Bukit kaba untuk menuju Visiting Centre (Gerbang rimba) terdapat alternatif transportasi yang dapat digunakan (jam 08.00 Wib s/d 16.00 Wib) bisa naik Angdes (Rp.5000) atau naik Ojek (Rp. 15.000) dengan waktu tempuh 1/2 jam atau juga agar lebih asik bisa naik GL...(alias goyang lutut) atau jalan kaki dijamin Cepet kurus...he2x...lebih kurang 2 jam perjalanan. Selama rute ini kita akan menikmati pemandangan rumah-rumah penduduk, perkebunan sayur, buah dan palawija. 4. Tiba digerbang rimba visitting Centre lakukanlah registrasi pendakian untuk mendata anda jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan...wajib...!!!.Juga memperlengkap persedian logistik anda dan berkoordinasi tentang rute yang akan di lewati. 5. Rute selanjutnya terdapat 2 pilihan...pertama melalui jalan aspal yang kondisinya rusak parah (jika menggunakan kendaraan disarankan 4wheels atau motor trail) dan kedua bagi penikmat tantangan melalui rute pendakian. 6. Jika melalui rute pendakian kita akan menemui sumber mata air pertama yang mengandung belerang untuk mencuci dan membersihkan tubuh. 7. Selanjutnya terdapat persimpangan yang sebenarnya nanti bertemu disatu titik, rute kanan menuju pemandian air panas dan rute kiri jalur pendakian normal. Pilih saja sesuai keinginan anda. 8. Selama perjalan menuju (Camping Ground) tempat berkemah kita akan melewati vegetasi hutan hujan tropis yang rapat, dan jika beruntung anda akan menyaksikan segerombolan siamang yang menemani anda. Semakin pepohonan menjadi rendah maka anda semakin dekat dengan camping ground yang ditandai dengan sebuah kubah yang berfungsi sebagai tempat pemantauan aktivitas gunung berapi. Catatan. -. Jika anda berada di kubah (shelter) sumber air dapat anda cari di depan dan dibelakang kubah. -. Pilih jalur kanan untuk menuju puncak dan tangga seribu (Menyaksikan pemandangan kawah dari atas) -. Pilih Jalur kiri untuk menuju Kawah hidup dan kawah mati dari dekat. -. Objek wisata ini ramai dikunjungi para petualang/pendaki gunung pada hari-hari libur dan besar nasional . source:http://pelangibiru.com
read more “Jalur Pendakian TWA Bukit Kaba (1937 Mdpl)”

selanjutanya.....“Jalur Pendakian TWA Bukit Kaba (1937 Mdpl)”

Ukiran pada rumah lama di desa Seguring

Rumah satu ini bisa di bilang sedikit unik namun pada bagian bawah rumah sudah mengalami perombakan, walau begitu ciri khas rumah rejang masih bisa dirasakan dengan adanya ukiran-ukiran yang ada pada bagian-bagian rumah. Rumah ini tidak memiliki jendela depan seperti rumah-rumah kebanyakan, jendela hanya terdapat di bagian samping kiri dan kanan rumah. tiang dibagian beranda memiliki 2 macam bentuk ornamen seperti ini hanya terdapat pada bagian atas pintu diruang utama dan inilah contoh beragam ukiran yang terdapat di rumah tersebut
read more “Ukiran pada rumah lama di desa Seguring”

selanjutanya.....“Ukiran pada rumah lama di desa Seguring”
Related Posts with Thumbnails