SEJARAH LETUSAN BUKIT KABA

Kratermeer of the Kaba on Sumatra 13/10/1934
Mrs. Willy Hirsch (right) during a climb of the Kaba on Sumatra 10/06/1934

SEJARAH LETUSAN


1883

Pada tanggal 24 dan 25 November terjadi gempabumi kuat yang disebabkan oleh letusan Gunungapi Kaba. Salah satu danau kawahnya lenyap dan menghasilkan banjir. Kampung Talang tergenang air sedalam 21 kaki, 36 orang meninggal dunia. Jumlah korban di distrik Klingi dan Bliti berjumlah 90 orang (Sapper, 1927, p.326)

1834 November terjadi letusan yang merusak lahan di sekitar gunungapi
1845

Di bulan April, terjadi banjir lagi yang melenyapkan 150 orang meninggal dunia. Tetapi Neumann van Padang (1951) meragukan- nya sebagai suatu letusan, dan ia tidak mencantumkan ke dalam catannya sebagai satu letusan.

1853 Terjadi letusan seperti di tahun 1883, tetapi tidak dilaporkan adanya korban jiwa (Sapper, 1927, p.326).
1868. dan 1869

Mungkin terjadi letusan abu. Sejak Oktober terlihat tiang letusan,

puncak tertutup abu, banyak pepohonan hangus.

1873 Terjadi peningkatan kegiatan di kawah Vogelsang
1876

Di bulan April, di Sindang terjadi hujan abu yang berasal dari gunungapi Biring. Bukit Kaba. Kawah Vogelsang giat bekerja, 2 sampai 10 menit sekali terjadi letusan, abu, pasir, dan batu dilontarkan.

1873 dan 1892

Selama 19 tahun gunungapi giat terus menerus dan berhenti

mendadak di akhir 1892

1886

Tanggal 4 � 8 Juni jatuh hujan abu tipis di Warung Jelatang dan Pelalo. Tanggal 12 Juni terlihat bara api dan tiang asap berapi, serta aliran lava.

1887

Tanggal 3 dan 4 Februari tampak asap tebal disertai ledakan dan getaran serta hujan abu tipis. Tanggal 24 dan 24 Maret hujan abu lebih lebat hingga 28 Maret malam hari.

1888

Tanggal 27 Januari, suara gemuruh terus menerus terdengar dari bawah tanah, diiringi oleh asap yang mengepul antara Februari dan April.

1890

Tanggal 13 Mei, gunungapi sangat giat, suara gemuruh terus menerus terdengar, dan terjadi letusan di Kawah Vogelsang.

1892 Terjadi peningkatan kegiatan
1907

Terjadi letusan terus menerus yang begitu kuat di Kawah Baru

(Schuittenvoerder, 1914, p.165).

1917 Tanggal 30 Januari suara gemuruh terdengar dari bawah tanah.
1918 Tanggal 8 Agustus terjadi awan panas.
1938 Tanggal 10 November terjadi peningkatan kegiatan.
1940 dan 1941

Peningkatan kegiatan, suara gemuruh, hujan abu disertai lontaran

bahan-bahan lepas.

1951

Terbentuk sebuah kawah yang menghancurkan pematang Kawah Vogelsang bagian selatan. Bom vulkanik dan lapili dilontarkan sejauh 800 meter dari kawah.

1952

Tanggal 26 Maret pukul 10:00 terlihat tiang abu letusan dan terdengar suara gemuruh. Tanggal 2 April terjadi hujan abu di sekitar Gunungapi Kaba. Abu yang terbawa angin tersebar sampai sejauh 5 kilometer ke arah selatan. Letusan abu terjadi lagi pada tanggal 26 sampai 28 April.

2000

Sejak awal Juni terjadi peningkatan kegiatan kegempan di Gunungapi Kaba, yang dipicu oleh gempa tektonik Bengkulu berkekuatan 7.8 skala Richter pada tanggal 4 Juni disertai gempa-gempa susulannya yang dapat dirasakan di kawasan Gunungapi Kaba Kemunculan gempa-gempa vulkanik sebelum awal Juni rata-rata 1 kali kejadian setiap harinya, namun setelah awal Juni gempa-gempa vulkanik meningkat menjadi rata-rata 15 kali kejadian setiap hari. Gangguan dari gempa tektonik Bengkulu mengganggu sistem kantung fluida di dalam tubuh Gunungapi Kaba, sekaligus mengganggu sistem rekahan yang ada, serta memicu kemunculan gempa-gempa vulkanik dangkal berhiposenter 1-3 kilometer. Mekanisme sumber gempa-gempa vulkaniknya mempunyai solusi sesar turun. Energi gempa vulkanik yang dilepaskan berangsur-angsur menurun setelah September. Krisis kegempaan kali ini tidak diikuti oleh perubahan permukaan yang berarti di kawah-kawah Gunungapi Kaba.

Sumber : http://www.vsi.esdm.go.id/gunungapiIndonesia/kaba/sejarah.html photo : KITLV

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...